Blog Image

Blog

Tips: Pengganti alas bak sampah, cara pilah dan olah sampah dirumah.

September 10, 2018
/
#Belajarzerowaste , Tips
Tips: Pengganti alas bak sampah, cara pilah dan olah sampah dirumah image
Photo by Paweł Czerwiński on Unsplash

Beberapa hari yang lalu, saya menerima banyak sekali pertanyaan mengenai pengganti kantong plastik sebagai
bin-liner atau alas tempat sampah di rumah. Pertanyaan ini berkaitan dengan bagaimana cara memilah sampah dari rumah. Ada baiknya kita mengecek kembali status pemilahan sampah di rumah kita, apakah sudah benar? Jika sudah benar, semestinya kita tidak perlu lagi menggunakan bin-liner atau alas bak sampah ini. Bagaimana cara memilah sampah yang benar? saya mau cek status pemilahan sampah dirumah saya, kalian juga bisa coba nanti ya!

1. Sisa Organik

Sampah sisa organik yang saya maksudkan disini berupa sisa sayuran atau kulit buah yang masih bersih belum tercampur dengan bahan organik basah (seperti tulang, kuah, dan kaldu lainnya). Sisa organik sebaiknya jangan dibuang! pembuangan sisa organik akan melepaskan gas meana yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim. Ada banyak sekali cara untuk memanfaatkan kembali sisa organik ini:
  • Sisa kulit buah dijadikan Eco-Enzyme. Pelajari cara membuat Eco-Enzyme disini
  • Sisa sayur bisa dijadikan veggie stock
  • Regrow sisa sayuran seperti daun bawang, selederi, pakcoy, kangkung dll.
  • Masukkan kompos

cara mengumpulkannya bagaimana?

KIta bisa mengumpulkan sisa organik di baskom atau kotak khusus yang kita gunakan untuk sisa organik ini terus-menerus. Biasanya saya mengumpulkan sisa organik di dalam wadah plastik dan diletakkan di dalam freezer sambil menunggu untuk dibuat Eco-Enzyme.
Kalau kalian tidak punya kompos? teman-teman bisa mengubur sisa organik di dalam tanah ya. buat lubang yang sangat dalam supaya tidak menarik bagi belatung. Yuk belajar membuat kompos disini


2. Sisa Organik Basah

Sisa organik basah berupa kuah, kaldu, dan tulang belulang. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengambil makanan sesuai dengan porsi kita dan habiskan. Dengan begini, kita akan meminimalisasi jumlah sisa organik basah! Jika masih ada sisa tulang belulang, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
  • berikan ke hewan peliharaan (kucing misalnya)

  • masukkan ke biopori (bila ada)

  • pendam sedalam mungkin di tanah untuk menghindari belatung

3. Kemasan Tetra Pak

Pertama-tama kita sebisa mungkin harus menghindari minuman berkemasan. Tapi jika memang dibutuhkan, kita juga harus bijak dalam penggunaan dan bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang kita hasilkan. Kita bisa mencuci bersih kemasan dan berikan kemasan sisa ini ke bank sampah terdekat. Untuk kemasan Tetra Pak, kamu bisa pisahkan dan kumpulkan ke dropbox terdekat. Baca cara mendaur ulang kemasan Tetra Pak selengkapnya disini.

4. Kemasan Plastik, Kaleng, Gelas

Banyak yang tanya, lebih baik beli kemasan plastik, kaleng, atau gelas? mana yang lebih ramah lingkungan? jawabannya, semua kemasan memiliki dampak lingkungannya masing-masing. Walaupun gelas dan kaleng yang terbuat dari aluminium bisa di daur-ulang terus menerus tanpa mengalami penurunan kualitas, proses produksi gelas dan aluminium tidak luput dari proses penambangan bahan baku dan membutuhkan energi yang tinggi. Gelas dengan tambang pasir, dan kaleng dengan tambang nikelnya. Jika bisa di hindari, kita usahakan untuk menghindarinya. Jika tidak, pilih kemasan gelas, lalu kaleng, terakhir plastik. Bagaimana cara mengolahnya?
  • cuci bersih
  • keringkan
  • REUSE kemasan gelas dan kaleng, bisa dijadikan tempat penyimpanan (gelas) atau pot tanaman (kaleng dan plastik)
  • RECYCLE, kumpulkan kemasan bersih dan setorkan ke bank sampah terdekat

5. Makanan Kemasan Plastik atau Komposit (Campuran bahan)

Sama seperti halnya dengan minuman kemasan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menghindarinya. Namun, adakalanya memang kita tidak bisa 100% menghindari kemasan plastik. Jika hal ini terjadi, kita bisa mencuci kemasan plastik, mengeringkannya dan mengolahnya menjadi Ecobrick. Apa sih Ecobrick? Ecobrick adalah botol plastik yang diisi penuh dengan berbagai jenis plastik bekas, kering dan bersih, hingga mencapai kepadatan tertentu, untuk bisa dipakai sebagai bata bangunan yang bisa dimanfaatkan berulang kali. Ecobrick juga bisa diisi penuh dengan material lain yang tidak terurai secara alami, material yang akan meracuni lingkungan kita, misalnya stereofom, kabel, baterai kecil, dan sebagainya [1]. Nah tapi cara pembuatan Ecobrick ini tidak boleh sembarangan yah! Kalian bisa pelajari lebih lanjut bagaimana cara membuat Ecobrick disini

Nah tapi, jangan jadikan pembuatan Ecobrick ini menjadi alasan untuk meningkatkan konsumsi kemasan plastik kita yah!
 

6. Sampah Elektornik

Jangan pernah membuah sampah elektronik ke sembaran tempat. Kumpulkan dan setor ke dropbox atau bank sampah yang menerima limbah elektronik. Kamu bisa cek dimana tempat pengumpulan dropbox e-waste disini.

 

7. Sampah Obat-obatan dan B3 lainnya

Sama halnya dengan sampah elektronink, jangan membuang sampah obat sembarangan, apalagi sampah B3 lain. Untuk obat-obatan yang sudah kadaluarsa, kita bisa kumpulkan dan tanyakan ke Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat di kotamu apakah mereka bisa menerima obat kadaluarsa untuk dibuang atau dibakar secara aman tanpa mencemari lingkungan. Biasanya kita akan dikenakan sedikit biaya atas pengolahan ini.
 

8. Sampah Popok dan Pembalut sekali pakai

Jangan pernah bank sampah pembalut dan popok ke sungai atau ke toilet! kenapa? karena popok dan pembalut terbuat dari campuran berbagai bahan, yang salah satunya merupakan plastik. Popok dan Pembalut sekali pakai akan terurai dalam waktu yang lama, bahkan memakan waktu yang lebih lama daripada botol plastik. Baca tentang bahaya pembalut terhadap tubuh dan lingkungan selengkapnya disini.
 
Alternatifnya, kita bisa menggunakan popok klodi atau popok kain sebagai pengganti popok sekali pakai. Untuk pembalut, kita bisa mulai menggunakan reusable menstrual pads atau menstrual cup. Baca selengkapnya mengenai review OrganiCup Menstrual Cup disiniDengan mengganti popok dan pembalut sekali pakai menjadi opsi reusable, kita sudah tidak memiliki sampah popok dan pembalut lagi.

 

9. Sampah lainnya

Setelah kita memisahkan sampah kita dengan baik, seharusnya kita tidak lagi memiliki sampah "bau". Nah dengan begini kita tidak lagi memerlukan alas bak sampah atau jika membutuhkan kita bisa menggunakan koran bekas untuk dijadikan alas bak sampah kita dirumah


Source: IG zerowaste.japan



Jadi bagaimana status pemilahan sampah dirumah kalian? atau kalian ada tips lain cara mengolah dan memilah sampah di rumah? share yuk!